Terima Zero Accident Award

karwoTekad menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik kepada pelanggan. Itulah yang  dilakukan PT. Alkon Trainindo Utama, sebagai wujud kepedulian dan tanggung-jawab terhadap pengembangan SDM di tanah air. Salah satunya dengan mengikuti program Zero Accident, dan berhasil mendapatkan Penghagaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award) tingkat regional Jawa Timur dan Nasional.

“Dari sejak didirikannya perusahaan kami, kami masih berusaha fokus dalam bidang keselamatan kerja,” ujar H. Abdul Kadir, ST, Direkut Operasi PT. Alkon Trainindo Utama. Menurutnya, pengembangan program-program K3 diperusahaan, bukan sekadar memenuhi persyaratan perundangan, melainkan tanggung-jawab moral setiap pengelola perusahaan.

Penyerahan Penghargaan
Penyerahan penghargaan nihil kecelakaan sendiri berlangsung pada pertengahan April lalu,  Pemerintah Propinsi Jawa Timur memberikan penghargaan Zero Accident kepada 213 perusahaan di Jatim.

Dalam hal ini Pemrop Jawa Timur bersama Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jatim, juga memberikan penghargaan kepada sembilan kepala daerah penerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2012.

“Saya terima kasih, atas nama pemerintah dan masyarakat Jatim kepada 213 perusahaan yang bisa mengelola Zero Accident, dari total keseluruhan sebanyak 31.831 perusahaan di Jatim,” ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dalam sambutanya pada acara penerimaan penghargaan Zero Accident di Grahadi Surabaya.
Soekarwo menambahkan, penghargaan kriteria pencapaian zero accident bagi perusahaan sesuai dengan Permenakertrans RI No Per 01/MEN/I/2007 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan K3, dikelompokkan dalam perusahaan besar (jumlah karyawan kurang lebih 100 orang), perusahaan sedang (jumlah karyawan 50-100 orang), dan perusahaan kecil (jumlah karyawan kurang lebih 50 orang).

Lebih lanjut, Pakde Karwo begitulah sapaan akrabnya menjelaskan, pemberian penghargaan Zero Accident kepada sejumlah perusahaan di Jatim itu didasarkan penilaian secara professional sehingga hasilnya professional pula.

Sebagaimana yang disampaikan Kadisnakertransduk Propinsi Jatim Hary Soegiri yang mengatakan, program keselamatan K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan, dan merupakan hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai kepada selamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Oleh karena itu, dalam kondisi apapun, K3 wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan dan standar yang berlaku baik standar nasional maupun internasional.

Maksud dan tujuan pemberian penghargaan ini adalah untuk lebih membudayakan K3 di perusahaan di Jatim pada khususnya sehingga tercipta tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan produktif. Data dari disnakertransduk Jatim jumlah kepersertaan perusahaan yang mengikuti penilaian kecelakaan nihil lima tahun terakhir masih jauh dari harapan. Akan tetapi tahun ini terjadi peningkatan dari tahun lalu yakni Tahun 2008 sebanyak 148 perusahaan, tahun 2009 170 perusahaan, tahun 2010 171 perusahaan, tahun 2011 berjumlah 144 perusahaan, tahun 2012 sebanyak 213 perusahaan.