image image image image image image image image
Terima Zero Accident Award Tekad menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik kepada pelanggan. Itulah yang  dilakukan PT. Alkon Trainindo Utama, sebagai wujud kepedulian dan tanggung-jawab terhadap pengembangan SDM di tanah air. Salah satunya dengan mengikuti program Zero Accident, dan berhasil mendapatkan Penghagaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award) tingkat regional Jawa Timur dan Nasional.
Sosialisasi PP SMK3 Pemerintah RI akan luncurkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3. PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Terkait dengan sosialisasi PP No. 50 Tahun 2012 tersebut, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI menyelenggarakan Seminar Optimalisasi Pembinaan dan Pengawasan SMK3 melalui Implementasi PP No. 50 Tahun 2012, dan peluncuran PP No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan SMK3 oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
TOT Guna Asah Kemampuan Instruktur Menjadi seorang instruktur yang handal juga dibutuhkan pembekalan wawasan berupa training. Seperti yang dilakukan PT Adaro Indonesia yang membekali para instrukturnya dengan menggandeng PT Alkon Trainindo Utama.

Kegiatan yang diselenggarakan selama delapan hari yang dibagi dalam dua gelombang, yakni pertama pada 23 sampai 26 April 2012 dan kedua pada 27 sampai 30 April 2012 ini, diadakan di Gedung Pertemuan Guest House Dahai Offi ce, di Dahai, Tanjung, Kalimantan Selatan.
Optimisme Menuju Indonesia Berbudaya K3 Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 sendiri bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).
Menang Dalam Persaingan Siapkan Strategi Matang
Tak pernah berhenti berinovasi dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Kiat itu yang senantiasa mendorong PT. Alkon Trainindo Utama untuk terus memacu diri menjadi yang terdepan. Ibarat air yang terus mengalir, lebih segar dan bermanfaat dibanding air yang menggenang lama-lama membusuk dan menjadi comberan.
Seperempat abad lebih menjadi mitra pemerintah dengan menyediakan pelatihan untuk SDM Indonesia, membuat Alkon semakin matang dan memahami kebutuhan mendasar berkaitan dengan pengembangan kompetensi pekerja tanah air.
QUALIFIED SEBAGAI TEMPAT UJI KOMPETENSI Butuh sebuah perencanaan matang untuk menjadi rujukan uji kompetensi perusahaan lain. Salah satunya yang telah dilakukan PT Alkon Trainindo Utama.  Menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP Migas, merupakan langkah kedepan bagi PT. Alkon Trainindo Utama untuk mengisi peluang sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan. Namun langkah ini bukanlah pekerjaan instan, memerlukan persiapan yang matang dan komprehesif, mulai membangun sistem sampai penyiapan sarana teknis.
Manfaat Sertifikasi bagi Industri di Indonesia  Perdagangan bebas menuntut keterbukaan antar Negara. Hal ini mendorong tumbuhnya bisnis sertifikasi, yaitu salah satu cara atau aktivitas yang ditetapkan oleh pihak ketiga yang biasa disebut lembaga sertifikasi untuk menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan atau sistem manajemen yang diterapkan oleh perusahaan/organisasi telah sesuai dengan standar atau spesifikasi tertentu.
Bahaya Kebakaran Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKI sejak dari tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik.

Pencegahan Kecelakaan dalam Bekerja di Ketinggian

rokstories3Panduan pelaksanaan bekerja diketinggian ini dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan sebagai suatu upaya Pencegahan Kecelakaan Fatal dalam hal bekerja di ketinggian dan untuk memastikan bahwa usaha-usaha dan perlengkapan pelindung dan pencegah jatuh yang memadai diadakan untuk menjaga keselamatan personil dari risiko terjatuh yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Katagori jatuh yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Jatuh di di permukaan (contoh  terpeleset)

Jatuh terbentur suatu Objek

Jatuh dari kendaraan / peralatan

Jatuh dari tangga

Jatuh dari level yang berbeda

Jatuh dari objek yang terbuka/terperosok

PENERAPAN

Perlindungan terhadap bahaya jatuh diterapkan di seluruh lokasi kerja dimaka pekerja menungkikan terdapat terdapat resiko jatuh  :

Ketinggian dengan jarak 1.8 m atau lebih

Ketinggian dibawah 1.8  tapi dinilai dapat menimbulkan kecelakaan

Kedalam mesin alat yang sedang beroperasi atau kedalam bagian yang bergerak didalam mesin / peralatan

Kedalam air atau bahan cair lainnya

Kedalam / diatas bahan kimia

Lubang terbuka disuatu permukaan / lantai

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

1. SUPERVISOR / KEPALA UNIT KERJA

Membuat Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penentukan cara-cara pengendaliannya

Mengkomunikasikan cara cara pengendalian resiko tersebut kepada para pekerja yang berada dalam  lingkup tugasnya dengan cara melakukan briefing / pelatihan/tool box  meeting

Mengawasi  / melakukan tindakan agar para pekerja yang berada dalam lungkup tugasnya untuk patuh pada cara cara pengendalian yang sudah ditetapkan

Memeriksa kondisi pengendalian dan melaporkan kepada Safety Personil bila terdapat kondisi yang tidak sesuai dengan pengendalian yang telah ditetapkan

2. SAFETY PERSONIL

Mengidentifikasi aspek legal dan persyaratan lain  sebagai masukan dalam menentukan cara cara pengendalian bahaya pada aktifitas tersebut

Menyiapkan kondisi  sesuai dengan pengendalian yang telah ditetapkan

Menyiapkan sarana komunikasi yang diperlukan

3. PEKERJA

Patuh menjalankan ketentuan sesuai dengan pengendalian yang telah ditetapkan

METODE KERJA DAN PENGENDALIAN KONDISI

SISTEM PERLINDUNGAN

Ketika memilih suatu sistem perlindungan harus mempertimbangkan kondisi dari pekerjaanya. Pilihan yang Ideal untuk sistem perlindungan bagi pekerja adalah menghilangkan seluruh resiko jatuh yang melekat pada pekerjaan tersebut. Misalnya selain disiapkan palang / rintangan (handrails, guardrails) di area kerja, para pekerja juga diberi alat pelindung diri yang sesuai safety harness, shock absorbers, dan lifeline)  untuk melindungi segala kemungkinan terjatuh

Perlindungan Permukaan Lantai  (Lantai tidak Licin)

Housekeeping

Perlu dilakukan pengaturan / pembagian penanggungjawab pelaksanaan  housekeeping  di tempat kerja antara para pekerja dengan petugas kebersihan.  Pelaksanaan Housekeeping termasuk menjaga agar area kerja bebas dari peralatan dan material yang tidak dipersyaratkan dalam pelaksanaan pekerjaan dan menjaga agar lantai tidak menyebabkan pekerja tersandung atau tergelincir

Lantai kerja yang licin

Bila lantai kerja licin akibat pelaksanaan pekerjaan (misalnya air, minyak, pelumas atau disebabkan oleh faktor lingkungan ( hujan), supervisor atau pimpinan unit kerja harus menjamin bahwa pekerja dalam kondisi aman berjalan .  Materian yang bocor / tumpah harus segera dibersihkan.

Palang / Rintangan (handrails, guardrails)

Palang / Rintangan Yang Kokoh / Fixed Barriers

Palang / Rintangan yang kokoh harus mampu  menahan pekerja  terjatuh / terperosok dari pinggiran permukaan lantai atau pada lubang yang terdapat di permukaan lantai .

Palang / Rintangan dapat permanen atau temporer tergantung dari kebutuhan.

Jenis Palang / Rintangan : guardrails, handrails, ladder cages, fencing (pagar), dan warning barriers.

Guardrails

Guardrail  terbuat dari sistem struktur yang permanen yang bertujuan untuk menahan pekerja yang tidak sengaja masuk / terperosok ke permukaan yang lebih rendah. Top Rail maupun Mid Rail harus mampu menahan beban seberat 70 kg. Bila terdapat bahaya jatuhnya material / alat, harus dilengkapi Toe Board

Guardrails Sementara

Guardrail sementara yang mudah dipindahkan, bisa saja dibutuhkan untuk area pekerjaan yang hampir selesai. Supervisor / Kepala Unit Kerja beserta Safety personil harus menjamin bahwa pekerja dalam sistem perlindungan dari bahaya jatuh.

Warning Barrier

Warning barrier  adalah tanda agar pekerja waspada bahwa pekerja tersebut berada diarea kerja yang berbahaya, dimana area tersebut terdapat potensi bahaya terjatuh. warning barrier digunakan bila Pagar / Rintangan yang kokoh tidak mungkin digunakan atau sudah dipindah ketempat lain.

Sistem Peringatan (Warning System) terdiri dari Kabel, tambang, sistem pemagaran yang dipasang 1.8 m dari pinggir lantai

Sistem Peringatan bukan pengganti guardrail, tidak memberikan perlindungan terhadap bahaya jatuh. Oleh sebab itu, Sistem peringatan harus dibarengi oleh penggunaan harneess atau safety belt serta pemasangan lifeline

PERLINDUNGAN PADA LANTAI BERLUBANG

Travel Restraint Systems (Sistem Pengendalian Untuk Aktifitas Berpindah)

Sistem ini digunakan untuk mencegah agar para pekerja tidak terjatuh. Diantaranya termasuk pengaturan posisi kerja, penggunaan harness dan penggunaan angkur sehingga kedua tangan pekerja bebas bergerak.

Sistem ini mengatur pembatasan pekerja untuk bergerak melalui penggunaan guardrail atau Alat Pelindung Diri yang dapat mencegah pekerja pinggiran lantai yang memungkinkan para pekerja terjatuh.

Ketika memilih sistem perlindungan dari bahaya jatuh, pertimbangan pertama adalah memasang guardrail atau Rintangan Penghalang.

Pemasangan guardrail  adalah cara perlindungan yang terbaik bila dipasang dengan benar. Bila tidak memungkinkan maka dapat pekerja dapat menggunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai.

Fall Arrest Systems (Sistem Penahan Jatuh)

Tidak seperti Travel Restraint System, Fall Arrest System tidak mencegah pekerja untuk jatuh tetapi hanya mengurangi besaran cedera ketika pekerja jatuh

Fall Arrest System yang lengkap  terdiri dari point tambahan yang mampu menahan beban, lifeline, fall arrestor, lanyard, shock absorber, dan full body safety harness.

Berat badan pekerja 100 kg , jatuh dengan ketinggian 1 meter maka menghasilkan beban sekitar 12 kN (1227 kg)

Fall Arrestor (Rope Grab)

Alat ini digunakan bila para pekerja membutuhkan perpindahan tempat secara vertikal. Bila pengguna alat ini bergerak keatas, maka Rope Grab akan bebas bergerak naik, tetapi bila tiba-tiba pekerja tersebut terjatuh maka alat ini akan secara mekanik mencengkram vertical lifeline

Tambatan Landyard

Tambatkan Landyard / cantolkan / pasang Hock diatas atau paling tidak sejajar dengan kepala, hal ini berguna untuk mengurangi jarak vertikal / jarak jatuh tubuh pekerja

Shock Absorber

Adalah alat yang berfungsi untuk memperkecil kekuatan tekanan yang timbul pada saat terjatuh. Alat ini didesain untuk menyerap enerji kinetik yang timbul akibat terjatuh.

Shock absorbers memiliki tiga fungsi :  Mengurangi  kekuatan tekanan maksimal dalam menahan badan pekerja pada saat terjatuh. Faktor kritikal dari besaran energi yang didapat dari tubuh pekerja dapat terserap.  Mengurangi atau mencegah kerusakan komponen Fall Arrest System. Mengurangi Kekuatan tekanan pada angkur / tambatan

Anchor & Pendulum Effect

Safaty Personil harus meyakinkan bahwa angkur sebagai tambatan / sambungan life line dan landyard harus kuat, stabil dan lokasi yang sesuai. Pemilihan posisi angkur harus mempertimbangkan bahaya Swing Fall ,Hindari posisi angkur yang memungkinkan bila pekerja terjatuh terjadi ayunan seperti pendulum dan membentur benda lainnya.

Untuk mengurangi pendulum effect, pekerja harus menjaga lanyard atau lifeline tegak lurus dengan angkur. Ketika pekerja bergerak / bergeser titik angkur juga harus diganti dengan angkur yang tegak lurus dengan dirinya.

Cara lain adalah pasanglah horizontal lifeline sehingga bila pekerja bergerak maka posisi tambatan landyard akan selalu terjaga dalam posisi tegak lurus setiap saat

BOTTOMING OUT

Pekerja dapat saja menghantam lantai, permukaan dibawahnya atau objek lain ketika pekerja tersebut terjatuh sedangkan peralatan perlindungan tidak berfungsi menahan badan secara penuh.

Hal ini terjadi bila jarak area kerja dengan lantai / permukaan dibawah lebih panjang dibanding dengan jarak Fall Arrest System

Fall Arrest System  harus direncanakan, dirancang dan dipasang dengan perhitungan yang akurat. Berbagai faktor harus  dipertimbangkan termasuk lifeline (bila horizontal life line dipergunakan), panjang lanyard, shock absorber (deceleration distance), regangan harness, berat dan tinggi pekerja dan safety factor berupa jarak aman antara area kerja dengan lantai / objek lainnya / permukaan dibawahnya

Retractable  Lifeline

Cara kerja Retractable Lifeline hampir menyerupai cara kerja safety belt yang terpasang dimobil. Ketika pekerja melakukan pergerakan vertikal kebawah atau ke atas maka lifeline akan turut memanjang atau menjadi pendek mengikuti pergerakan pekerja tersebut. Juga bila pekerja melakukan perakan horizontal menjauh atau mendekat, alat ini akan melakukan hal yang sama.

Tetapi bila alat ini mendapat hentakan yang cukup besar misalnya pekerja terjatuh, secara mekanik lifeline akan terkunci seketika.

Yang harus diperhatikan, jagalah agar alat ini selalu dalam posisi tegak lurus dengan tubuh pekerja untuk mmenghindali pendulum effect

Fall Containment Systems (Safety Net)

Safety nets seringkali digunakan ketika seluruh fixed barrier atau fall arrest systems tidak bisa digunakan. Misalnya ketika pemasangan guardrail atau penyiapan tambatan dan lifeline sulit dilakukan

Bila safety net digunakan, safety personil harus menjamin bahwa pemasangan safety net dilakukan oleh personil yang kompeten. Inspeksi dan test harus dilakukan sebelum safety net tersebut digunakan